Sunday, November 13, 2011

His Lady

Posted by Unknown
"Eh, nggak enak banget pindah rumah!!!" teriak Lady di telepon saat ia sedang berbincang dengan sahabatnya.
"Tapi, elo masih sekolah disini, kan?" tanya Elly, orang yang berbesar hati membiarkan telinganya diteriaki Lady.
"Iya, lah. Gue cuma pindah perumahan doang. Lebih deket ke sekolah malah. Jadi, bisa rada ngaret berangkatnya," jawab Lady bahagia.
"Dasar! Yo wess, gue mau mandi dulu, badan gue udah lengket parah!" ucap Elly.
"Sono gih. Kecium sampe sini bau lo," jawab Lady.
"Lebay," balas Elly kemudian memutus panggilan.
###
Lady memutuskan untuk pergi berjalan-jalan mengitari sekeliling rumah barunya. Siapa tahu, dengan begitu dia bisa menemukan teman baru. Sampai di pertigaan jalan dekat taman, Lady berhenti dan duduk di bangku yang ada di dekat situ.
"Hey!" sapa seorang cowok seumuran Lady.
"Hai!" sapa Lady balik sedikit tidak peduli.
"Elo yang baru pindahan itu, ya?" tanya cowok itu. Lady mengangguk. Sampai detik ini, cewek ini belum juga melihat rupa cowok itu.
Saat Lady balik ingin melihat cowok itu, ia terpesona. Cowok ini GANTENG, TINGGI, PUTIH, RAMAH, kurang apa coba??? Tiba-tiba, Lady mendadak salting. Hmm.. Kalo cewek ketemu cowok cakep mah, pasti begitu.
"Elo tinggal disini juga?" tanya Lady yang akhirnya berhasil menemukan suaranya.
"Nggak. gue tinggal di gunung. Ya iyalah gue tinggal disini," jawab cowok itu. "Micheal. Nice to meet you."
"Lady. A pleasure to meet you, too," jawab Lady gerogi.
"Jalan-jalan, yuk. Elo kan anak baru, jadi pasti belum tau daerah sini," ajak Micheal. Lady yang masih rada-rada salting dan kesemsem, ikut aja. YA IYALAH!
Sore ini, anggapan Lady tentang nggak enak banget pindah rumah jadi buyar semua! Ketemu cowok cakep ini secara tiba-tiba membuat seluruh pendapat Lady berubah. Sepertinya, ia akan suka tinggal disini. As long as this boy is still available.
"Bengong aja," tegur Micheal.
"Hehe... Iya, maap," ucap Lady. "Kok, disini banyak banget tamannya, sih?"
Micheal tersenyum. "Gue juga nggak tau. Yang jelas, setiap taman pasti rame. Jadi, mungkin karena ramai itu, tamannya dibuat banyak. Supaya orang-orang nyebar."
"Oh.. Elo udah lama ya, tinggal disini?" tanya Lady.
"Udah 14 tahun," jawab Micheal. "Dari gue umur 2 tahun sampe sekarang, gue nggak pernah dari sini."
"Oh. Elo nggak bosen?" tanya Lady lagi.
"Kalo nyaman, kenapa harus bosen?" jawab Micheal diikuti dengan pertanyaan.
"Senyaman-nyamannya tempat, kalo udah sering kita tempati, pasti lama-kelamaan bakal ngebosenin. Contohnya gue, orangtua gue itu gampang banget bosen sama rumah. Selama 14 tahun hidup, gue udah pindah rumah 3 kali. Dari mulai Bali, terus ke Jakarta, terus ke perumahan yang ini. Gue malah bosennya KENAPA HARUS PINDAH-PINDAH TERUS?! Bukan bosen tinggal di rumah yang itu-itu mulu," jawab Lady mulai membuka siapa dirinya sebenernya. Yup, ini cewek cerewet pake banget!
"Haha.. Bukannya enak, ya?? Bisa sekaligus jalan-jalan?" tanya Micheal.
"Iya, sih. Tapi, gue nggak bisa punya temen yang tetap," jawab Lady sedikit sedih.
"Not all your friends are gonna stay, you know. Some of them are gonna go, some of them are gonna be remembered, and some of them are gonna be with you until the end," ujar Micheal.
"Elo bijak juga, ya," ucap Lady tertegun.
"Elo bisa bilang begitu," jawab Micheal pede.
###
Esoknya, Lady masuk sekolah dan bertemu dengan Elly. Dia muntahkan semua kisahnya kemarin. Dari mulai awal pertemuannya dengan Micheal sampe akhirnya mereka bicara-bicara nggak jelas tentang pindah-pindah. Terus, nyambung ke Micheal ternyata dua tahun lebih tua dari Lady dan Micheal bisa banget buat Lady kesemsem terus nggak berhenti ngefly. Elly hanya senyam-senyum mendengar cerita Lady.
"Ntar, Lad, tadi namanya Micheal? Micheal siapa? Siapa tahu gue kenal," ucap Elly memotong pembicaraan. "Gue kan, banyak kenal orang yang namanya Micheal. Dari mulai mantan pacar sampe tetangga dan temen les. Siapa tau salah satu dari mereka adalah orang yang kemarin buat elo kesemsem."
"Ah, anjrit! Kemarin lupa nanya nama belakang dan nomer teleponnya," geram Lady kecewa. "Besok deh, gue kasih tau."
Kemudian, percakapan berhenti tepat saat jam pelajaran keempat dimulai. Sepertinya, hari ini, mood Lady buat belajar meningkat karena kepikiran Micheal terus.
###
Sepulang sekolah, Lady memutuskan untuk mengerjakan segala macam tugas dan PR dulu sebelum jalan-jalan keluar lagi. Hari ini, pokoknya harus ketemu sama Micheal!
Setelah selesai mengerjakan segala tugas, Lady izin bermain ke luar rumah. Tepat di perempatan jalan yang akan dilewati Lady, terlihat sosok Micheal.
"Micheal!" panggil Lady kencang.
"Lady! Nggak nyangka ketemu lagi. Ngapain disini?" tanya Micheal.
"Mau cari udara segar aja sore-sore," jawab Lady ngeles. "Hmm... Kamu kenal Elly, nggak?"
Micheal diam sebentar dan aura wajahnya berubah sesaat. "Oh. Kenal. Kenapa?" Tanya cowok itu sedikit tersendat-sendat.
"Kemarin, gue ceritain tentang elo ke dia. Dia tau elo juga kali, ya?" tanya Lady lebih kepada diri sendiri.
Micheal diam lagi lalu, "Iya. Dia pasti kenal sama gue. Tanyain deh, Micheal Raymond itu siapa. Pasti, dia kenal."
"Oke, deh. Oh iya, elo sekolah dimana?" tanya Lady.
"Di SMA Harapan II. Elo pasti sekolah di SMP Harapan II. Sekolah kita satu yayasan," beritahu Micheal.
"Oh," jawab Lady. "Kalo gitu, gue pamit ya. Pengen jalan-jalan lagi."
"Oke, deh. Hati-hati, ya," saran Micheal.
Kemudian, Micheal berkata dalam hati, Elly? Mantan gue? Apa kabar dia? Gue harus deketin Lady supaya bisa ketemu Elly lagi.
###
Hari ini, entah kenapa, sekolah dipulangkan dengan cepat. Elly memutuskan untuk bermain di rumah Lady. Lady masih belum memberitahu Elly tentang Micheal. Ntar aja di rumah palingan dikasih tau juga.
"El, si Micheal itu nama panjangnya Micheal Raymond," ucap Lady.
Elly terdiam dan tiba-tiba merasakan sesuatu menghujam jantungnya. "Mi-Micheal Ray-Raymond?"
"Iya. Kata dia, elo pasti kenal sama dia," lanjut Lady.
"Oh," balas Elly singkat. Iyalah gue kenal banget sama dia, Lady. Gue mantannya! Dia mantan gue paling PARAH! Gue nyesel pacaran sama dia! batin Elly.
"Dia orangnya gimana, El?" tanya Lady penasaran.
"Elo nggak usah tau, deh. Ntar, nyesel," jawab Elly membuat Lady bingung.
"Maksud lo?"
"Iya. Elo nggak perlu tau."
"Kenapa?"
"Karena elo bakal nyesel."
Lady diam. Elly juga ikutan diam. Yang jelas, mereka sama-sama bingung akan satu sama lain sekarang.
###
"Micheal!" panggil Lady saat dirinya dan Elly ada di taman. Micheal, kebetulan lewat. Dari kejauhan, Elly bisa melihat jelas bahwa Micheal ini adalah Micheal mantannya dulu. Micheal juga bisa melihat bahwa gadis di sebelah Lady adalah mantannya dulu.
"Hey, Lady! Elly," sapa Micheal.
"Micheal," ucap Elly sedikit ketus. "Kalian gue tinggal sebentar, ya."
"Oke, deh," ucap Lady. Micheal merasa sedikit kecewa.
"Apa kabar dia sekarang?" tanya Micheal.
"Siapa? Elly? Itu orang mah, selalu baik, gue rasa. Dia nggak pernah keliatan bete. Kecuali tadi, pas pulang sekolah pas gue ceritain tentang elo ke dia, lagi. Dia jadi berubah rada membingungkan," ucap Lady.
"Dia bilang apa tentang gue?" tanya Micheal hati-hati.
"Dia bilang, gue nggak perlu tahu tentang elo. Karena katanya, gue bakal nyesel," jawab Lady.
"Dia bilang gitu?"
"Iya. Elo kok, jadi ikutan aneh, sih?"
"Nggak. Nggak apa-apa. Gue duluan, ya."
###
Di rumahnya, Micheal merenung. Dia harus bisa mendapatkan Elly lagi lewat Lady. Terserah Lady mau sakit hati atau apa, yang jelas, Micheal pengen Elly balik lagi. Dia pengen masa lalunya bersama Elly terulang dengan lebih baik.
"Gue pacarin Lady, buat deketin Elly. Gue pinter," ucap Micheal pada diri sendiri.
###
Beberapa minggu terakhir ini, Lady sering mendapati Micheal jauh lebih baik dan ramah padanya. Lady makin kesenengan. Tapi, dia cewek polos yang gak tau apa-apa tentang rencana Micheal.
"Lady, gue mau ngomong sesuatu," ucap Micheal.
"Apaan? Ngomong aja," jawab Lady.
"Elo mau gak, jadi pacar gue?" tanya Micheal langsung ke intinya dan langsung dalam rencananya yang sudah dirancang beberapa hari yang lalu.
Lady ngefly! Dia diam dan tidak bisa menjawab. "Tunggu besok, ya."
"Oke, deh," jawab Micheal sedikit nggak mementingkan, tapi ia buat jadi seolah-olah ia sangat menanti jawaban Lady.
###
"El, Micheal nembak gue!" beber Lady pada Elly lewat telepon.
"HAH?!" Elly, di seberang sana, kaget setengah mati! Temannya sekarang sedang dimanfaatkan. "Tolak! ELO TOLAK!"
"Kenapa?"
"Karena dia ngegunain elo buat kepentingannya sendiri. Setelah dia berhasil memenuhi kepentingan dia, Lad, lo bakal dibuang," jawab Elly terkesan cemburu di telingan Lady.
"Elo kenapa, sih? Cowok baik yang selama ini deket sama gue kok, jadi terkesan bad-boy setiap kali elo yang ngomong! Hah? Kenapa? Elo cemburu?" tanya Lady.
Elly terdiam. NGGAK! "Besok kita lanjutin di sekolah."
###
Esoknya, Lady dihadang Elly di depan bangkunya. "Jangan pernah pacaran sama Micheal. Apalagi Micheal yang kenal sama gue?!"
"Kenapa? Dari kemaren elo kesannya jealous, tau gak! Kenapa sih?" tanya Lady geram.
Elly menarik nafas. "Dia mantan gue, Lad. Hubungan gue sama dia, dulu nggak terlalu bagus. Berantakan. Kita putus. Gue bener-bener benci sama dia, tapi dia, setau gue, masih punya rasa sama gue." Elly berhenti. "Dia manfaatin elo, Lad. Percaya sama gue. Dia ngedeketin elo supaya bisa deket sama gue juga."
"ELO BOHONG! Nggak mungkin, El! Kenapa elo nggak bilang?! Elo kepedean banget, sih?" bentak Lady kemudian pergi meninggalkan Elly.
"TERSERAH, LAD! YANG JELAS, GUE BAKAL ADA DISINI PAS ELO BUTUH NANTI! SETELAH SEMUANYA KEBONGKAR!" ucap Elly sambil menggeprak meja.
###
Alhasil, Lady menerima Micheal. Dia kekeh pada pendapatnya. Persetan Elly! Dia cuma cemburu. Micheal yang mendapat celah langsung memainkan permainannya. Pokoknya, selama mereka berduaan, Elly diajak. Lady masih belum ngeh dan bener-bener bego! Elly emang selalu nolak, tapi Micheal selalu maksa dan lama-kelamaan, Lady jadi bete. Kenapa setiap mau berduaan, harus ada Elly?! Sampai akhirnya, suatu hari, di taman saat Elly berhalangan ikut, Lady mengajak Micheal bicara.
"Kenapa Elly, Mike?" tanya Lady tiba-tiba. Lady memberikan nama panggilan khusus buat Micheal. Aslinya, nama Mike sudah pernah dipakai saat Elly dan Micheal berpacaran.
"Maksud kamu?" Micheal balik nanya dan sedikit khawatir.
"Iya. Kenapa harus ada Elly di setiap waktu kita seharusnya bisa berdua aja? Hah? Kalo nggak ada Elly, kamu diem. Kamu nggak ngomong dan jadi gerogi. Tapi, ada Elly, kamu semangat, kamu ngomong terus, dan kamu perhatian sama dia. Bukan malah sama aku. Kenapa?" tanya Lady sedikit bergetar. Sedikit lagi, airmatanya bisa-bisa jatuh.
Micheal tertegun. Baru kali ini, ia berpacaran dan menangisi pacarnya sendiri. Sedikit demi sedikit, Micheal merasakan ada yang mencambuknya tepat di hati. Sakit! Dia belum pernah buat nangis cewek sebelumnya. BELUM PERNAH! Sampai hari ini. Micheal tetap bungkam.
"Mike, kalo kamu emang masih belum bisa ngelupain Elly, kenapa nggak langsung ke dia aja? Kenapa harus manfaatin aku?" tanya Lady yang akhirnya nangis juga.
Micheal mengambil nafas. "Elly benci sama gue, Lad. Cuma elo jalan yang bisa gue ambil untuk balik ke Elly. Gue minta maaf."
Lady kaget. Dia berdiri dan berlari ke rumahnya. Berharap Micheal tau bahwa ini adalah akhir dari hubungan mereka.
###
"Gue akuin... elo bener, El! Micheal itu.. cuma mau.. manfaatin gue doang. Dia sayangnya... cuma sama... elo," ucap Lady terbata-bata pada Elly lewat telepon. Lady sambil teleponan sambil nangis.
"Udah. Nggak apa-apa. Sekarang elo tenangin diri dan lupain Micheal. Kayak gue, gue berhasil ngelupain dia," ucap Elly berusaha menghibur. "Jangan percaya dia lagi, Lad."
Lady mengangguk meskipun nggak bakal diliat Elly.
###
Berbulan-bulan setelah kejadian itu, Lady nggak pernah bermain ke luar rumah lagi. Dia malas berpapasan dengan Micheal. Elly juga sudah bolak-balik memperingati sahabatnya ini supaya nggak dekat-dekat lagi sama Micheal.
TING! TONG!
"LADY! Ada tamu!" panggil Mama dari bawah.
"Iya, Ma!" jawab Lady.
Lady turun ke bawah dan menemui tamu tersebut. Dia tertegun dan kaget melihat siapa yang bertamu. Micheal, cowok yang udah nyakitin dia, adalah orang yang ingin bertemu dengan Lady. Itu cowok bener-bener nggak tau diri!
"Ngapain elo kesini?!" tanya Lady ketus.
"Lady," ucap Micheal singkat.
"Kalo udah nggak ada perlu, tolong pergi! SEKARANG!" bentak Lady.
"Lad, gue mau minta maaf. Bisa di luar aja?" tanya Micheal. Lady berjalan ke arah pintu dan keluar. Micheal mengikuti gadis itu dan mendekatinya.
"Mau bicara apa? Maaf aja, kan?"
"Nggak, Lad. Lebih dari maaf."
"Buruan. Waktu gue cuma sebentar. Gue banyak tugas," tegas Lady.
"Maafin gue tentang yang kejadian waktu itu. Gue baru sadar kalo gue sebenernya sukanya sama elo. Bukan sama Elly lagi. Gue salah, gue tau. Gue pengen elo jadi pacar gue lagi. Kasih gue kesempatan kedua," pinta Micheal. "Kalo elo nggak bisa, gue cuma pengen minta maaf. Minta maaf karena gue udah buat elo nangis. Dan saat itu, elo masih berstatus jadi pacar gue. Gue sayang sama elo. Sekarang, gue ngeh, gue sayangnya sama elo."
"Baru sekarang nyadarnya? Kalo gitu, elo telat. Mike, sekarang pergi dari rumah gue!" perintah Lady tegas. Mike dengan lemah melangkahkan kaki pergi dari rumah Lady. Cowok itu berharap, Lady bisa paling tidak memaafkannya.
###
Hari ini, Lady merayakan ulangtahunnya ke-16. SWEET SIXTEEN! Lady mengundang teman-temannya dan Elly. Diam-diam, Elly mengundang Micheal. Micheal sudah berkomunikasi lagi dengan Elly dan ia sudah bercerita tentang waktu dimana dia bertamu ke rumah Lady dan meminta maaf. Elly merasa kasihan pada Micheal. Akhirnya, diam-diam, Elly mengundang Micheal.
"Happy birthday to you! Happy birthday to you! Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you!" semua tamu bernyanyi untuk Lady.
"Lad, gue punya kejutan buat elo," ucap Elly. "Micheal!"
Lady kaget dan salah tingkah. Micheal?! Datang?! Kok, bisa?! Siapa yang ngundang?! ELLY!!!!
"Hey, Lady," sapa Micheal ramah. Lady diam. "Ini kado buat elo."
"Thanks," ucap Lady singkat.
"SEKARANG, POTONG KUENYA!!!!" seru Elly. Seluruh tamu bersorak. Lady, dengan gemetar memotong kue ulangtahunnya. Micheal memerhatikan gerak-gerik Lady. Iya, dia jatuh cinta sama cewek ini.
Sekitar jam delapan, pesta masih berlangsung. Micheal menyempatkan diri untuk berbicara empat mata dengan Lady. Elly berdo'a semoga Lady dan Micheal mendapat yang terbaik buat masing-masing.
"Lady, gue cuma minta, semoga elo baik-baik aja di umur elo yang ke-16," ucap Micheal sambil meraih jemari Lady.
"Thanks, Mike," jawab Lady.
"Kalo elo belum maafin gue, gue nggak apa-apa. Gue tau kok, gue salah. Dan, gue bener-bener nyesel!" ucap Micheal.
"Mike, stop! Mike, just stop it," pinta Lady. "Jangan nyesel. Elo nggak butuh penyesalan."
"Huh?" Micheal bingung.
"I've forgiven you. Gue pengen kesempatan yang kedua. Yang lebih baik. Mungkin di kesempatan pertama, kita belum bisa ngertiin satu sama lain dan hanya sekedar pengen tau aja," ujar Lady. "Tapi, mungkin, di kesempatan kedua, kita bisa saling paham dan bener-bener sadar akan perasaan masing-masing."
"SERIUS?!" tanya Micheal kaget.
"Iya," jawab Lady diikuti senyum. Micheal memeluk cewek itu langsung. Lady sempat kaget, tapi membalas pelukan itu.
"My Lady," ucap Micheal. Lady tersenyum.

0 comments:

Post a Comment

Blog List

 

Re-A-Lis-Tic Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos