Wednesday, July 6, 2011

Duniaku

Posted by Unknown
Aku pernah bermimpi...
Pada suatu hari,
Aku akan berlari...
Mengejar matahari...
Tapi, matahari itu bukan milikmu
Matahari itu milikku

Aku pernah bermimpi...
Di suatu malam,
Aku akan berdiam...
Menatap langit yang tidak begitu kelam...
Karena, langit itu punyaku
Hanya ada untukku

Aku pernah bermimpi...
Suatu hari nanti, aku akan berdiri
Di tengah-tengah tubuh kekar mereka,
Aku akan berteriak
Meneriakkan hakku untuk hidup
Memiliki dunia sendiri
Ya, aku ingin punya dunia sendiri

Aku pernah bermimpi...
Di tengah seribu macam demonstrasi
Aku ingin mengacungkan tangan
Untuk mengungkapkan keadilan untukku
Untuk mereka yang sama denganku
Tapi, bukan untuk kaum sepertimu

Kau tahu,
Mimpi itu bukannya tidak akan terjadi
Mimpi itu menunggu
Jika itu berubah menjadi nyata,
Kau akan tahu

Selama ini,
Kuserahkan segala kuasa di tanganmu
Hanya karena kau lebih pantas
Tapi, bagaimana kalau yang pantas ternyata merusaknya?
Bagaimana jika yang pantas ternyata lebih tak pantas?
Bagaimana jika sebenarnya akulah yang pantas?

Duniaku di tanganmu saat ini retak
Entah akan terbagi menjadi seribu atau sejuta bagian
Aku tak pernah tahu
Yang aku tahu,
Kau akan selalu membuatnya lebih retak lagi
Lalu, saat sudah benar-benar tidak layak
Kau akan mengembalikkannya padaku
Mengembalikkannya pada kami
Tanpa satu pertanggungjawaban
Apa itu yang disebut 'pantas'?

Duniaku di tanganmu saat ini hancur
Berkeping-keping, tertiup angin, terkubur di bawah karang
Hilang
Ironisnya, kau tak pernah tahu
Tak pernah mau tahu

Kini, aku minta satu pertanggungjawaban saja
Buktikan padaku kalau memang kau bisa disebut pantas
Tolong kembalikan duniaku, dunia kami, dunia mereka yang sama seperti kami
KEMBALIKAN!
Terserahmu dengan cara apa,
Kami hanya ingin itu kembali seperti sebelumnya
Karena satu alasan,
Ini DUNIAKU!
Dan sesungguhnya,
Yang pantas memilikinya hanya aku
Orang-orang yang kutunjuk
Dan kaum sepertiku

0 comments:

Post a Comment

Blog List

 

Re-A-Lis-Tic Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos