Terik matahari menjadi tempatmu berteduh
Tercucur tetes asam dari tubuhmu
Tatap mataku tertuju pada siluet punggungmu
Tegap...sempurna untuk benakku
Langkah kakimu mendekati tubuh gemetarku
Tatap matamu pancarkan letih
Andai aku milikmu, kuusap semua letihmu dengan gemuruh hatiku
Dan disini kau berdiri...sangat dekat namun begitu jauh
Surya masih tegak berdiri di ujung langit
Namun lututku bergetar dengan sengit
Seiring dengan degup jantungku dan langkah kakimu
Aku...jatuh terperangkap dalam manismu
Kau menyentuh telapakku, mengirim satu dentuman untuk jantungku
Aku melemah dan semua dinding batu itu runtuh
Hanya dengan sentuh jemari manismu
Dan selamanya mungkin...aku akan susah untuk menggerakkan kakiku
Dunia berisi seribu sumber nafsu
Bagiku kau satu dari seribu
Manis senyummu, tegap tubuhmu, lembut tatapmu
Gugurkan semua pertahananku dan bangkitkan semua nafsu
Manis
Tak lebih, sempurna
Tetap seperti itu untukku
Tanpa tersadar kau sudah memerangkapku dengan mantramu
Dan aku menyukai itu
Tercucur tetes asam dari tubuhmu
Tatap mataku tertuju pada siluet punggungmu
Tegap...sempurna untuk benakku
Langkah kakimu mendekati tubuh gemetarku
Tatap matamu pancarkan letih
Andai aku milikmu, kuusap semua letihmu dengan gemuruh hatiku
Dan disini kau berdiri...sangat dekat namun begitu jauh
Surya masih tegak berdiri di ujung langit
Namun lututku bergetar dengan sengit
Seiring dengan degup jantungku dan langkah kakimu
Aku...jatuh terperangkap dalam manismu
Kau menyentuh telapakku, mengirim satu dentuman untuk jantungku
Aku melemah dan semua dinding batu itu runtuh
Hanya dengan sentuh jemari manismu
Dan selamanya mungkin...aku akan susah untuk menggerakkan kakiku
Dunia berisi seribu sumber nafsu
Bagiku kau satu dari seribu
Manis senyummu, tegap tubuhmu, lembut tatapmu
Gugurkan semua pertahananku dan bangkitkan semua nafsu
Manis
Tak lebih, sempurna
Tetap seperti itu untukku
Tanpa tersadar kau sudah memerangkapku dengan mantramu
Dan aku menyukai itu
0 comments:
Post a Comment